Selasa, 24 Januari 2012

KETENAGAAN PERAWAT



BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Perencanaan merupakan fungsi organik manajemen yang merupakan dasar atau titik tolak dari kegiatan pelaksanaan kegiatan tertentu dalam usaha mencapai tujuan organisasi. Apabila proses perencanaan dilakukan dengan baik akan memberikan jaminan pelaksanaan kegiatan menjadi baik, sehingga dapat mencapai tujuan organisasi yang berdaya guna dan berhasil guna. Kebijikan yang dirumuskan dalam suatu rencana mencakup struktur organisasi yang akan diciptakan, pengadaan dan penggunakan tenaga kerja, sistem dan prosedur yang hendak digunakan serta peralatan yang dibutuhkan kelancaran suatu kegiatan. Perencanaan harus memenuhi prinsip yang sesuai dengan situasi dan kondisi dari suatu organisasi.
Perencanaan tenaga keperawatan harus sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pelayanan keperawatan yang optimal dan bermutu tinggi. Perencanaan ketenagaan, menjadi permasalahan besar di berbagai organisasi keperawatan, seperti di tatanan rumah sakit, perawatan dirumah, dan tempat tempat keperawatan lainnya. Oleh karena itu, perencanaan ketenagakerjaan harus sesuai dengan ketentuan atau pedoman yang berlaku, tenaga yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan keperawatan harus sesuai dengan standar keperawatan yang ada.
Perencanaan tenaga keperawatan dipengaruhinoleh beberapa faktor, antara lain lingkungan (eksternal change ), keputusan, organisasi yang dapat berbentuk pensiun, pemutusan hubungan tenaga kerja (PHK), dan kematian. Perencanaan ketenagaan merupakan suatu proses yang kompleks, yang memerlukan ketelitian dalam menerapkan jumlah tenaga yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan dalam mencapai tujuan organisasi. Jumlah tenaga yang ada perlu ditata atau dikelola dalam melaksanakan kegiatan melalui penjadwalan yang sistematis dan terencana secara matang sehingga kegiatan dapat dilakukan secara optimal.


B.  Tujuan
1. Tujuan Umum
Mahasiswa mampu memahami tentang system perhitungan kebutuhan tenaga keperawatan di rawat inap dan jalan secara umum.
2. Tujuan Khusus
  1. Mahasiswa mampu menjelaskan metode dan rumus yang digunakan untuk menghitung tenaga keperawatan di rawat inap .
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan metode dan rumus yang digunakan untuk menghitung tenaga keperawatan di rawat jalan.


BAB II
PEMBAHASAN
Penetapan jumlah tenaga keperawatan harus disesuaikan dengan kategori yang akan dibutuhan untuk asuhan keperawatan klien disetiap unit. Beberapa pendekatan dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah staf yang akan dibutuhkan berdasarkan kategori klien yang dirawat,rasio perawat,dan klien untuk memenuhi standar praktek keperawatan.
Kategori keperawatan klien:
a.       Perawatan mandiri (self care ), yaitu klien memerlukan bantuan minimal dalam melakukan tindakan keperawatan dan pengobatan.Klien melakukan aktifitas perawatan diri sendiri secara mandiri.
b.      Perawatan sebagian ( Partial Care ), yaitu klien memerlukan bantuan sebagian dalam tindakan keperawatan dan pengobatan tertentu. Misalnya pemberian obat intravena, pengatur posisi, dll.
c.       Perawatan Total ( Total Care ), yaitu klien memerlukan bantuan secara penuh dalam perawatan diri dan memerlukan observasi secara ketat.
d.      Perawatan Intensif ( Intensive Care ), Yaitu klien memerlukan observasi dan tindakan keperawatan yang terus menerus.
Kebutuhan waktu perawatan untuk pasien rawat inap dapat dirinci denganmelihat kebutuhan pasien untuk asuhan keperawatan melalui kegiatan sebagai berikut :
-        Memandikan pasien 2 kali sehari @ 15 menit / pasien
-        Memeriksa nadi , tensi dan suhu 3 kali sehari @ 15 menit/ hari
-        Menyediakan makan 3 kali sehari @ 15 mwnit / hari
-        Menyuntik pasien rata-rata 2 kali sehari @ 5 menit / hari
-        Perawatan intensf utntuk pasien ICU / kritis (15% pasien) 60 menit/ pasien
-        Membersihkan ruangan 2 kali sehari @ 60 menit / ruangan
-        Turut visite dengan dokter 1 kali sehari @ 5 menit / pasien
-        Menyusun laporan 30 menit / hari
Kegiatan yang dilakukan perwat dirawat ruang inap dapat lebih banyak dari daftar kegiatan tersebut diatas, daftar kegiatan tersebut dimaksudkan untuk sekedar pedoman bagi penliti yang ingin mengembangkan jenis dan lama waktu kegiatan seorang perawat diruang rawat inap.
Cara menentukan jumlah tenaga yang dibutuhkan untuk setiap unit sebagai berikut.
a.       Rasio perawat – klien disesuaikan dengan standar perkiraan jumlah klien sesuai data sensus.
b.      Pendekatan teknik industri, yaitu identifikasi tugas perawat dengan menganalisis alur kerja perawat atau work flow. Rata-rata frekuensi dan waktu kerja ditentukan dengan data sensus klien, dihitung untuk menentukan jumlah perawat yang dibutuhkan.
c.       Sistem approach staffing atau pendekatan sistem ketenagaan dapat menentukan jumlah optimal yang sesuai dengan kategori perawat untuk setiap unit serta mempertimbangkan komponen input – proses – out put – umpan balik.
Kebutuhan tenaga dapat ditinjau berdasarkan waktu perawatan langsung, waktu perawaatan tidak langsung, dan waktu pendidikan kesehatan.
Perkiraan jumlah tenaga dapat dihitung berdasarkan waktu perawatan langsung yang dihitung berdasarkan tingkat ketergantungan klien. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk perawatan langsung ( direct care ) adalah berkisar 4-5 jam/klien/hari.
Menurut Minetti dan Hurchinsen ( 1975 ) dalam Gillies ( 1994 ), waktu yang dibutuhkan untuk perawatan langsung didasarkan pada kategori berikut.
a.       Perawatan mandiri ( self care ) adalah ½ X 4 jam= 2jam
b.      Perawatan sebagian (partial care) adalah 3/4X4 jam= 3jam
c.       Perawatan total ( Total care ) adalah 1-1 ½ X 4jam= 4-6 jam
d.      Perawatan intensif ( intensive care ) adalah 2X4 jam= 8 jam
Perkiraan jumlah tenaga juga dapat didasarkan atas waktu perawatan tidak langsung.Berdasarkan penelitian perawat dirumah sakit, Grace Detroit dalam Gillies (1994), menyatakan bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk perawatan tidak langsung adalah 36 menit/klien perhari.Di pihak lain,menurut Wolve dan & Young (1965) dalam buku yang sama menyatakan sebesar 60 menit/klien /hari.
Selain cara diatas , waktu pendidikan kesehatan juga digunakan sebagai dasar perhitungan kebutuhan  tenaga.Menurut Gilles (1994) waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pendidikan kesehatan berkisar 15 menit/klien/hari.
Menghitung waktu yang dibutuhkan dalam perawatan klien per hari perlu menjumlahkan ketiga cara tersebut yaitu waktu perawatan langsung,waktu perawatan tidak langsung, dan waktu pendidikan kesehatan.Jumlah tenaga yang dibutuhkan dihitung berdasarkan beban kerja perawat.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan beban kerja perawat yaitu :
a.       Jumlah klien yang dirawat setiap hari/bulan/tahun di unit tersebut
b.      Kondisi atau tingkat ketergantungan
c.       Rata-rata hari perawatan
d.      Pengukuran perawatan langsung , perawatan tidak langsung dan pendidikan tidak langsung dan pendidikan kesehatan.
e.       Frekuensi tindakan perawatan yang dibutuhkan klien
f.       Rata-rata waktu perawatan langsung,tidak langsung dan pendidikan kesehatan.
Beberapa faktor lain yang mempengaruhi beban kerja perawat yaitu masalah komunitas, bencana alam, kemajuan IPTEK, pendidikan konsumen, keadaan ekonomi, iklim/musim, politik, dan hukum/peraturan.
Dengan mengelompokan klien menurut jumlah dan kompleksitas pelayanan keperawatan yang dibutuhkan klien,pimpinan keperawatan dapat memperhitungkan jumlah tenaga keperawatan yang dibutuhkan masing-masing unit.Metode perhitungan yang digunakan yaitu metode rasio, metode Gillies, metode loka karya keperawatan, metode di Thailand,dan filipina, dan metode perhitungan ISN ( Indicator Staff Need) 
  1. Metode rasio
Metoda rasio merupakan metoda yang dipakai berdasarkan perbandingan antara jumlah tempat tidur dan personal yang diterapkan berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan No. 262/ Menkes/Per/VII/79. Metoda hanya mengetahui jumlah personal secara total tetapi tidak dapat mengetahui produktifitas SDM rumah sakit, dan berapa jumlah personal yang dibutuhkan pada tiap unit atau ruangan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut ini :
Metode rasio menurut SK Menkes No.262  1979
Rumah sakit
Perbandigan
Kelas A dan B
Tempat tidur : tenaga medis =  4-7 : 1
Tempat tidur  : tenaga kesehatan = 2 : 3-4
Tempat tidur  :  tenaga non keperawatan = 3 :1
Tempat tidur : tenaga non medis = 1 : 1
Kelas C
Tempat tidur : tenaga medis =  9 : 1
Tempat tidur  : tenaga kesehatan = 1 : 1
Tempat tidur  :  tenaga non keperawatan = 5 :1
Tempat tidur : tenaga non medis = 3: 4
Kelas D
Tempat tidur : tenaga medis = 15 : 1
Tempat tidur  : tenaga kesehatan = 2 : 1
Tempat tidur : tenaga non medis = 6 : 1

2        Metode Gillies ( 1994 )
Digunakan khusus untuk menghitung tenaga keperawatan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Jumlah tenaga kerja =                   A X B X 365                                                
                                         ( 365-C) x jam kerja per hari
Keterangan :
A : Jumlah tenaga kerja keperawatan per hari
B : jumlah pasien rata rata per hari
C :Jumlah hari libur
Pada formula ini,komponen A adalah jumlah waktu perawatan yang dibutuhkan oleh pasien selama 24 jam.Jam waktu perawatan berkisar antara 3 samapai 4 jam tergantung jenis penyakit,tindakan dan aplikasi keperawatan di rumah sakit,Sensus harian,komponen B,adalah hasil perkalian BOR dengan jumlah tempat tidur Rumah sakit.Sebagai contoh BOR RS 70 % ,sedangkan jumlah komponen C adalah jumlah hari libur resmi yang ditentukan oleh pemerintah dan jumlah hari libur karena cuti tahunan personel.
            Jumlah hari libur di Indonesia kira-kira 76 hari terdiri :52 hari minggu,12 hari cuti dan 12 hari libur nasional.Disamping itu harus mempertimbangkan hari-hari libur lain yaitu yang secara alamiah menjadi hak biologis wanita yaitu cuti menstruasi dan cuti hamil selama 3 bulan.Oleh karena itu ,dalam merencanakan kebutuhan perawat yang mempertimbangkan jumlah perawat yang kemungkinan hamil setiap tahunnya,dam merencanakan tenaga pengganti.
            Contoh :
Misalkan rata-rata jam perawat selama 24 jam adalah 6 jam.Untuk rumah sakit dengan jumlah 100 tempat tidur dan BOR rata-rata 70%,kebutuhan tenaga perawat adalah :
-          Sensus harian              = TT x BOR = 100 x 70% = 70
-          6 x 70 x 365                =153.300
-          (365-52) x 6                =1878
-          153.300/1878              =81,63 dibulatkan menjadi 82 perawat yang dibutuhkan.
  1. Metode Lokakarya Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)
Metode ini di khususkan untuk menghitung tenaga keperawatan dengan menggunakan rumus sebagai berikut.
Jumlah tenaga = A × 52 (Mg) × 7 hari  (TT×BOR) + 25%
                                     41 (Mg) × 40 jam/hari
A         : Jumlah tenaga kerja keperawatan per hari
BOR    : Bed Occupancy Rate
            Pada formula ini ,komponen A adalah jumlah waktu perawatan yang dibutuhkan oleh pasien selama 24 jam. Jam waktu perawatan berkisar antara 3 samapai 4 jam tergantung jenis penyakit,tindakan dan aplikasi keperawatan di rumah sakit,BOR RS adalah prosentase rata-rata jumlah tempat tidur yang digunakan selama periode tertentu.Hari kerja efektifselama 41 minggu yang dihitung sebagai berikut :365-52(hari minggu)-12(hari libur nasional)-12 (hari libur cuti tahunan ) =289 hari : 7 hari/minggu = 41 minggu.
Contoh :
Misal rata-rata jam perawatan selama 24 jam adalah 6 jam.Untuk rumah sakit dengan jumlah       100 tempat tidur dan BOR rata-rata 70 %,kebutuhan tenaga perawat adalah
-          6x52x7x100x0,7         =152.880
-          152880:(41x40)           =93,22
-          93,22+25%x93,22       =116,5 dibulatkan menjadi 117 perawat yang dibutuhkan.
Hasil perhitungan tenaga perawat di tambah 25% karena tingkat produktifitas perawat dihitung hanya sebesar 75%,jumlah tenaga perawat dengan formula ini lebih besar.
Jumlah perhitungan tenaga perawat dengan formula Gillies selalu kecil karena formula ini mengasumsikan seluruh perawat di Amerika Serikat bekerja professional dengan produktifitas optimal,damn jumlah hari libur di Amerika lebih kecil daripada di Indonesia.
  1.  Metode Thailand dan Filipina
Metode ini  didasarkan pada jumlah jam perawatan yang dibutuhkan per pasien, hari kerja efektif perawatan dalam satu tahun, dan jumlah jam kerja efektif dalam satu tahun. Jumlah jam perawat per pasien terbagi dalam unit rawat inap selama 24 jam yang terdiri dari penyakit dalam (3,4 jam), bedah (3,5 jam), campuran bedah dan penyakit dalam (3,4 jam), postpartum (3 jam), bayi/neonatus (2,5 jam) dan anak (4 jam) sehingga rata-rata jam perawatan yang dibutuhkan per pasien 24 jam adalah 3 jam, unit rawat jalan yang jam perawatan per pasienya adalah 0,5 jam, kamar operasi untuk rumah sakit A dan B (5-8 jam/24 jam), untuk rumah sakit tipe C dan D (3 jam), dan kamar bersalin sebanyak 5-8 jam. Hari kerja efektif perawatan dalam satu tahun diperinci berdasarkan jumlah hari dalam satu tahun (365 hari), jumlah hari kerja nonefektif dalam satu tahun (jumlah hari minggu 52 hari, libur nasional 12 hari dan cuti bulanan 12 hari), jumlah hari efektif dalam satu tahun yaitu 365-76= 289 hari, dan jumlah hari efektif per minggu yaitu 289: 7= 41 minggu, jumlah jam kerja dalam satu tahun, yaitu jam kerja dalam satu tahun yaitu 41 minggu x 40 jam= 1640 jam/tahun. 
Cara perhitungan kebutuhan tenaga perawat dalam menggunakan rumus berikut.
1.      Unit rawat inap (URI)
(Jumlh jam perawat × 52 mg × 7 hari × jumlah TT × GOR) + koreksi 25%
(41 jumlah minggu efektif × 40 jam)
Pedoman cara perhitungan kebutuhan tenaga perawat dan bidan menurut direktorat pelayanan keperawatan Dirjen Yan-Med Depkes RI (2001) dengan memperhatikan unit kerja yang ada pada masing-masing rumah sakit. Model pendekatan yang digunakan adalah sebagai berikut :
a. Berdasarkan klasifikasi pasien cara perhitungannya berdasarkan :
 tingkat ketergantungan pasien berdasarkan jenis kasus
 rata-rata pasien per hari
 jumlah perawatan yang diperlukan / hari / pasien
 jam perawatan yang diperlukan/ ruanagan / hari
 jam kerja efektif tiap perawat atau bidan 7 jam per hari
b. Berdasarkan Tingkat Ketergantungan Klien
Klien dikategorikan dalam beberapa kategori yang didasarkan pada kebutuhan terhadap asuhan keperawatan/asuhan kebidanan meliputi :
a. Asuhan keperawatan minimal
b. Asuhan keperawatan sedang
c. Asuhan keperawatan agak berat
d. Asuhan keperawatan maksimal
2.      Unit rawat jalan (URJ)
(Jumlh jam perawatan × 52 mg × 6 hari × jumlh kunjungan) +koreksi 25%
41 jumlah minggu efektif × 40 jam)
  1. Metode perhitungan ISN(indicator staff need)
Dasar yang digunakan adalah beban kerja dari tiap-tiap unit atau institusi. Setiap unit harus memproyeksikan kegiatan atau pengeluaran yang akan dihasilkan pada masa mendatang.
Tiga faktor yang mendasari formula ISN yaitu :
1.      Indikator beban kerja. Merupakan pembilang dan sebagai faktor variabel dalam formula ISN yang dihitung berdasarkan hasil pelaksanaan yang dicapai oleh masing-masing kategori tenaga selama satu tahun kalender.
2.      Bobot (weighting)
3.      Kapasitas tenaga
Contoh perhitungan tenaga berdasarkan salah satu metode,
Diketahui : kondisi tenaga keperawatan disalah satu RS “XY” berdasarkan laporan tahun 1995 :
·         Bagian UPI, rata rata pasien/hari adalah 2,6
·         Bagian bedah, rata rata pasien/hari adalah 44,7
·         Bagian non bedah/non UPI rata rata pasien/hari adalah 211,3
Ditanyakan, berapa tenaga keperawatan yang di butuhkan untuk bagian UPI, bedah, non bedah/ non UPI berdasarkan data d atas adalah ?
Dijawab :
  1. Asumsi A ( jumlah jam kerja tenaga keperawatan per hari ) untuk bagian UPI adalah 7 jam dan B ( jumlah pasien rata ratta per hari ) adalah 2,6; A bedah = 5 jam dengan B =44,7; dan non bedah/non UPI=4 jam dengan B =211,3
  2. Asumsi jumah hari tidak kerja per tahun sebagai berikut :
·         Hari Minggu/Sabtu= 104 hari
·         Hari libur nasional = 12 jam
·         Cuti tahunan = 12 hari
·         Izin/sakit = 12 hari
Jadi jumlah keseluhannya adalah 140 hari.
  1. Asumsi jumlah jam kerja per hari adalah 8 jam.
Jadi, kebutuhan kperawatan untuk masing masing adalah
·         UPI= (7×2,6×365) : (( 365-140) ×8) = 4 orang
·         Bedah = (5x44,7x365) : ((365-140)8)= 45 orang
·         Non bedah/non UPI = (4x211,3x365) : (365-140)x8 = 171 orang
Dengan demikian, jumlah kebutuhan teenaga keperawatan secara keseluruhan adalah 220 orang, denagn perincian 4 perawat untuk bagian UPI, 45 perawat dibagian bedah, dan 171 perawat di bagian non UPI/non bedah.




BAB III
PENUTUP
  1. KESIMPULAN
   Menurut Minetti dan Hurchinsen ( 1975 ) dalam Gillies ( 1994 ), waktu yang dibutuhkan untuk perawatan langsung didasarkan pada kategori berikut :
a.       Perawatan mandiri ( self care )
b.      Perawatan sebagian (partial care)
c.       Perawatan total ( Total care )
d.      Perawatan intensif ( intensive care )
Metode perhitungan yang digunakan untuk menghitung tenaga kperawatan yaitu :
1.      Metode rasio
2.      Metode Gillies
3.      Metode loka karya keperawatan
4.      Metode di Thailand,dan filipina,
5.      Metode perhitungan ISN ( Indicator Staff Need) 
  1. SARAN
            Seorang pemimpin keperawatan pada level manapun harus mampu mengidentifikasi kebutuhan tenaga keperawatan pada unitnya,dengan menetapkan jumlah dan kategori parawat yang dibutuhkan,sesuai dengan beban kerja unit yang bersangkutan.Jumlah ditetapkan melalui berbagai teknik dan disesuaikan dengan metode yang dipilih serta kebutuhan unit tersebut.
            Agar jumlah tenaga yang ada dapat didayagunakan secara efektif dan efisien maka perlu disusun jadwal sesuai dengan komposisi dan jumlah tenaga yang ada.Selain itu,diselaraskan pula antara kebutuhan unit kerja dan kebutuhan staf dan pada akhirnya dapat meningkatkan produktifitas kerja.

DAFTAR PUSTAKA

Sitorus,Ratna.2006.Model Praktik Keperawatan Profesional di Rumah Sakit.Jakarta:EGC.
Ilyas,Yaslis.2000.Perencanaan SDM Rumah Sakit.Teori,Metode dan Formula.Jakarta:UI.
Arwani.2005.Manajemen Bangsal Keperawatan.Jakarta:EGC.
Departemen Kesehatan RI.1997.Modul 2 : Manajemen Sumber Daya Manusia di Rumah Sakit.Jakarta :Pusdiknakes Dep.Kes.RI.
Gillies,D.A.1994.Nursing Manajemen:A System Approach.Philadelphia:W.B.Saunders.
LAN.1995.Perencanaan.Jakarta:Lembaga Administrasi Negara,RI.
PERDHAKI.1991.Pedonam Praktis Manajemen Sumber Daya Manusia di Pelayanan Kesehatan.Jakarta:Biro Manajemen PERDHAKI.
Swansburg,R.C.2000.Pengantar Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan.Terjemahan.Jakarta:EGC.

Tidak ada komentar: